Megabintang sepak bola asal Argentina, Lionel Messi, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupannya sehari-hari. Meskipun teknologi ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern, Messi belum sepenuhnya memanfaatkannya dalam aktivitas sehari-hari, meskipun ia menyadari potensi positif dan negatif dari kecerdasan buatan.
Pemain Inter Miami ini menekankan bahwa meski ia tidak menghindar dari teknologi ini, ia juga belum menginvestasikan waktu untuk mempelajari dan memahami lebih dalam mengenai AI. Seiring dengan perubahan zaman, Messi melihat bahwa banyak orang di sekitarnya, termasuk istrinya Antonela, telah lebih akrab dengan platform berbasis AI.
Messi menyatakan tidak menaruh sikap anti terhadap kecerdasan buatan. Ia menyadari bahwa AI bisa mempermudah berbagai aspek kehidupan, tetapi juga bisa disalahgunakan untuk tujuan tertentu. Hal ini semakin menarik perhatian Messi, terutama mengenai dampak penyalahgunaan teknologi ini dalam hal reputasi dan informasi yang berkembang di media sosial.
Persepsi Lionel Messi Terhadap Kecerdasan Buatan
Dalam penjelasannya, Messi menggambarkan pengalaman pribadinya yang belum banyak berinteraksi dengan teknologi AI. Ia mencatat bahwa istrinya telah menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan platform seperti ChatGPT untuk menanyakan berbagai hal, mulai dari resep masakan hingga informasi terkini.
Ia mengakui, meski teknologi tersebut sangat membantu satu sisi, ia tidak ingin terjatuh ke dalam ketergantungan atau bergantung sepenuhnya pada AI untuk mendukung aktivitasnya. Messi menginginkan bentuk interaksi yang lebih nyata daripada sekadar bersandar pada mesin.
Messi juga menggarisbawahi bahwa meskipun banyak orang telah mendapatkan manfaat dari AI, ia sendiri merasa sedikit bingung dengan konsep tersebut dan bagaimana sebenarnya teknologi ini bekerja. Sikap hati-hati ini mencerminkan kewaspadaannya terhadap media dan manipulasi informasi yang marak terjadi di dunia digital.
Dampak Negatif dari Kecerdasan Buatan dalam Media Sosial
Sebagai seorang sosok publik, Messi kerap menjadi sorotan, bahkan di luar lapangan sepak bola. Ia mengungkapkan kebingungan dan kekhawatirannya tentang banyaknya berita palsu yang muncul, seringkali mengaitkan namanya dengan informasi yang tidak benar. Hal ini semakin diperparah dengan kemunculan kecerdasan buatan yang digunakan untuk memproduksi konten yang menyesatkan.
“Banyak judul berita yang menuduh saya mengatakan A atau B, padahal saya tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut,” ungkap Messi. Ia menunjukkan betapa pentingnya klarifikasi dan kenyataan, terutama dalam era informasi yang cepat dan terkadang menyesatkan.
Dengan beredarnya berita tidak akurat, Messi menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk tidak menghabiskan waktu memikirkan opini publik yang tidak berdasar. “Selama berita tersebut bukan isu serius, saya lebih suka membiarkannya,” ujarnya, menekankan pada kekuatan mental untuk tidak terpengaruh oleh rumor dan spekulasi.
Keseimbangan Antara Teknologi dan Kehidupan Sehari-hari
Messi mengakui bahwa hubungan antara teknologi dan kehidupan sehari-hari memang tidak dapat dipisahkan, terutama dalam konteks olahraga dan hiburan. Namun, ia juga percaya bahwa interaksi manusia harus tetap diprioritaskan dalam setiap aspek. Hal ini sesuai dengan prinsipnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai seorang atlet dan individu.
Meskipun ia masih mencari cara untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan, Messi tetap menekankan bahwa kualitas hubungan antarmanusia adalah yang terpenting. Ia tidak ingin kehilangan momen-momen berharga hanya karena terfokus pada teknologi.
Dengan menjadikan komunikasi dan hubungan sosial sebagai prioritas, Messi berharap dapat menemukan keseimbangan yang tepat antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Suatu penegasan bahwa teknologi seharusnya menjadi pelengkap, bukan pengganti, dalam kehidupan sehari-hari.
